Akhirnya bisa lihat drama Korea klasik semi sejarah. Sudah lama tidak nonton genre drama tentang kerajaan. Drama Korea Gueen Woo mengambil latar belakang Kerajaan Goryeo.
Raja Go Nam Mu (Ji Chang Wook) mangkat. Raja muda ini tiba-tiba ditemukan meninggal di kamarnya. Ratu Woo Hee (Jeon Jong Seo) sangat kaget dengan kematian suaminya yang tiba-tiba. Raja Go Nam baru saja kembali dari medan perang. Memang sempat terluka tapi sudah diobati dan sudah sembuh. Sang Raja sudah pulih kesehatannya seperti sediakala.
Ratu Woo dan Penasehat Go Yeon-u (Kang Young Seok) segera menyusun rencana. Fakta tentang kondisi Sang Raja harus dirahasiakan. Raja Go Nam dan Ratu Woo belum mempunyai anak. Ini berarti akan ada perebutan kekuasaan. Ratu Woo paham betul tentang kondisinya yang kritis. Kerajaan diambang bahaya.
Kenapa sampai begitu?
Bukankan saat raja mangkat dan tidak mempunyai anak maka yang berhak menjadi raja adalah adik dibawahnya. Tidak semudah itu ternyata.
Flash back sejenak ke masa sebelum Raja Go Nam diangkat sebagai Raja Kerajaan Goryeo.
Raja Jalur Khusus
Saat Raja ke delapan sakit, seluruh anaknya dipanggil. Termasuk Go Nam Mu dan Woo Hee. Raja Go tiba-tiba menunjuk Go Nam Mu sebagai raja ke sembilan. Go Nam sangat terkejut karena dia adalah pangeran kedua. Seharusnya Putra Mahkota Go Pae Ui (Song Jae Rim) yang berhak menjadi raja berikutnya.
Ternyata Raja Go menilai bahwa Putra Mahkota tidak layak menjadi seorang raja. Pangeran Mahkota tidak mempunyai kemampuan yang mumpuni mumpuni, baik di bidang pemerintahan maupun kemiliteran. Selain itu attitude si Putra Pertama juga buruk. Raja menilai Go Nam Mu mempunyai bakat kepemimimpinan yang bagus. Selain pintar di segala bidang, dia juga seorang panglima perang yang cakap. Point paling utama adalah attitude Go Nam yang sangat bagus.
Sejak remaja, Go Nam Mu mendapat tugas menjaga perbatasan di utara kerajaan. Wilayah paling rawan dengan musuh yang paling berbahaya. Ternyata Go Nam Mu mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Apalagi setelah menikah dengan Woo Hee. Prestasinya makin meroket. Woo Hee adalah anak kedua dari keluarga Woo. Sebenarnya Woo Hee tidak ingin menjadi istri pangeran. Gadis muda ini lebih suka latihan bela diri. Dia bercita-cita menjadi seorang panglima perang atau pendekar ternama.
Saat pinangan datang dari kerajaan ternyata kakak sulungnya tidak mau menjadi istri pangeran kedua. Si kakak memang terobsesi untuk menjadi permaisuri kerajaan. Dia hanya ingin menikah dengan putra mahkota. Kalau sampai pinangan raja ditolak ini akan menjadi aib keluarga. Bisa jadi keluarga Woo dianggap penghianat. Maka Woo Hee merelakan dirinya untuk menikah dan mengubur cita-citanya.
Ternyata pangeran kedua ini adalah seorang anak laki-laki yang pernah ditolong oleh Woo Hee di pasar. Pangeran Go Nam Mu sudah jatuh cinta sejak pertama kali bertemu. Begitupun dengan Woo Hee. Begitu tahu kalau mereka akan menikah tentu keduanya sangat bahagia. Ini yang namanya jodoh tak akan kemana.
Setelah menikah, Go Nam Mu diangkat sebagai Komandan Bataliyon Penjaga Perbatasan Utara. Woo Hee sangat bahagia. Dia masih bisa terus berlatih bela diri. Seringkali Go Nam mengajak istrinya belajar bersama tentang berbagai strategi perang.
Kembali ke Putra Mahkota. Tentu saja Putra Mahkota sangat marah dengan keputusan ayahnya. Namun dia tidak berani melawan Sang Ayah. Begitu Go Nam Mu diangkat sebagai raja. Tak lama kemudian Sang Ayah meninggal. Pangeran pertama langsung melancarkan serangan untuk kudeta. Raja Go Nam sendiri yang memimpin operasi penumpasan kudeta pangeran pertama.
Seharusnya Pangeran Pertama dibunuh sebagai hukuman menghianati raja tetapi Raja Go Nam tak sampai hati. Sang Raja memotong hidung Pangeran Pertama sebagai hukuman sosial. Lalu Pangeran ini diasingkan ke tempat yang sangat terpencil, jauh dari kerajaan. Semenjak itu Pangeran Pertama sangat dendam dan selalu ingin merebut kembali posisinya.
Adu Strategi
Ratu Woo seorang ahli taktik perang. Tujuan utamanya adalah menyelamatkan kerajaan. Sesuai dengan amanah mertua dan suaminya. Jalan satu-satunya untuk menyelamatkan posisi Ratu Woo adalah menikah dengan salah satu pangeran adik Raja Go Nam. Jika hal ini dilakukan maka Ratu Woo masih bisa turut memegang kekuasaan. Pangeran Ketiga mempunyai sifat sangat keji. Dia adalah pembunuh berdarah dingin. Kalau sampai Pangeran Ketiga menjadi raja dengan kekuasaan mutlak, maka kerajaan bisa hancur.
Ratu Woo dan Penasehat Go Yeon memikirkan dengan sangat matang, siapakah pangeran yang bisa jadi suami berikutnya. Sementara itu Keluarga Besar Woo mendesak agar sang ratu menikah dengan pangeran ketiga. Sementara itu kasak-kusuk di istana semakin santer. Kematian Raja tidak akan mungkin ditutupi lebih lama. Sebelum matahari terbit esok hari, Ratu Woo sudah harus menikah dengan salah satu pangeran.
Ratu Woo segera berangkat ke kediaman Pangeran Ketiga. Hanya itu yang dalam benaknya saat ini. Pangeran Ketiga memang berdarah dingin tapi dia satu-satunya pangeran terkuat setelah suaminya meninggal. Pangeran ini diharapkan bisa memperkuat dan menjaga kerajaan dari serangan musuh.
Ratu berangkat dengan Jendral Eul Pa So (Kim Mu Yeol). Panglima sekaligus orang kepercayaan Raja Go Nam. Jendral Eul selalu setia disisi raja hingga tutup usia. Saat raja meninggal maka dia bersumpah untuk mengabdikan dirinya pada ratu. Mochi (Lee Hae Woo) ditunjuk sebagai penunggang kuda. Mochi adalah mantan prajurit yang dikeluarkan karena disipliner. Mochi mempunyai kemampuan paling bagus dari semua prajurit kerajaan. Sebenarnya Raja sangat menginginkan dia sebagai pengawal pribadi. Sayangnya, Mochi berselisih dengan atasannya dan harus dipecat dengan tidak hormat.
Episode paling seru justru dimulai saat rombongan Ratu Woo melakukan perjalanan ini. Saat Ratu Woo keluar kerajaan, seluruh tetua klan keluarga saling menjatuhkan di istana. Mereka semua berusaha untuk melakukan berbagai cara agar Ratu Woo tidak bisa berkuasa lagi. Kabar tentang kematian raja mulai menyebar di lingkungan istana. Burung merpati pos mulai beterbangan dengan membawa pesan rahasia. Untunglah Penasehat Go Yeon melakukan langkah cepat dengan menyuruh pasukan pemanah membunuh burung merpati pos.
Alat komunikasi tidak ada saat itu. Pengikut ratu tidak bisa mengirimkan up date berita di istana. Meski begitu ratu sudah memperkirakan langkah apa saja, yang akan diambil para pemimpin klan. Ratu sudah memberikan berbagai intruksi pada Penasehat Go Yeon untuk melakukan berbagai hal dalam menghadapi para pemimpin klan.
Perubahan Rencana
Saat sampai di kediaman Pangeran Ketiga, rombongan Ratu disambut dengan baik. Tentu saja Pangeran Ketiga sangat senang akhirnya bisa naik tahta. Namun Ratu Woo tiba-tiba tidak ingin menikah dengan Pangeran Ketiga.
Kenapa demikian?
Ratu Woo melihat berbagai jejak kekejian Pangeran Ketiga begitu masuk pintu gerbang. Prajurit dan pegawainya kalau melakukan kesalahan, bahkan kesalahan kecil akan langsung dibunuh. Pangeran Ketiga juga tega membunuh istrinya agar bisa menikah dengan ratu tanpa hambatan. Ratu tidak menginginkan raja yang seperti ini. Mau jadi apa rakyatnya nanti. Hanya itu yang ada dalam pikirannya. Selain itu ratu ragu apakah bisa mengendalikan pangeran ketiga nantinya.
Ratu bermaksud untuk segera pulang. Sayang rencana ratu ini diketahui oleh Pangeran Ketiga. Ratu dikurung dalam istana. Pokoknya besok pagi harus menikah dengan ratu, hanya itu yang ada di kepala Pangeran ketiga. Di episode inilah ditunjukkan kehebatan Mochi. Pria muda ini bertekad untuk membawa ratu pulang ke istana dengan selamat. Padahal awalnya dia hanya bekerja demi uang. Setelah tahu sendiri beratnya beban yang dipikil ratu. Nurani Mochi terusik melihat ketangguhan ratu dalam menghadapi berbagai masalah. Dia tidak mau pangeran ketiga menjadi raja berikutnya.
Akhirnya rombongan ratu berhasil keluar dari istana pangeran ketiga. Mereka langsung menuju kediaman Pangeran Keempat. Pangeran ini adik kesayangan mendiang raja. Pangeran Keempat sangat kagum pada Kakaknya. Hanya saja Pangeran Keempat terlalu lembut untuk dijadikan raja. Ratu meski sempat ragu tapi membulatkan tekadnya untuk menikah dengan Pangeran Keempat. Tak apa jika calon suaminya lemah dalam bidang militer dan kepemimpinan, ratu akan mendidik dan menjadi penasehatnya.
Pangeran Ketiga tentu saja marah saat tahu kalau Ratu Woo ingin menikah dengan Pangeran Keempat. Dia menyuruh suku terkejam di wilayah istananya untuk memburu rombongan ratu. Perintahnya adalah ratu harus dibawa kembali ke istana Pangeran Ketiga dalam keadaan hidup. Sedangkan anggota rombongan lainnya tidak penting.
Perjalanan kali ini yang paling berat bagi Ratu Woo. Tidak hanya harus menghadapi gerombolan pembunuh bayaran. Dia baru tahu kalau ada penghianat dalam rombongannya. Pelakunya justru orang yang paling dipercaya oleh ratu selama ini. Orang ini juga yang membunuh suaminya. Sementara itu di istana, orang yang selama ini dipercaya oleh ratu mempunyai niat tersembunyi. Orang tersebut ingin menghancurkan kerajaan untuk membalaskan dendam keluarga besarnya.
Cerita paaling seru justru dimulai pada episode ini. Banyak kisah flash back kenangan ratu saat diajari berbagai siasat perang oleh suaminya. Semua Ilmu kemiliteran dan kanuragan yang diajarkan mendiang raja, diterapkan oleh ratu selama perjalanan ini. Ratu Woo yang sangat terampil memanah dan pedang turun langsung melawan para pembunuh bayaran.
Mampukah Ratu Woo sampai ke istana Pangeran Keempat?
Selamat menonton. Tidak seru kalau saya ceritakan di sini.
Komentar
Posting Komentar